Saturday, March 14, 2009

MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

SERI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Oleh
Asep Nursobah

Merumuskan Masalah PTK



a. Masalah dan Latar belakangnya

Masalah dalam penelitian tindakan kelas sebenarnya sama saja dengan masalah dalam penelitian ilmiah. Dalam penelitian tindakan kelas lebih tepat disebut sebagai fokus. Masalah akan nampak lebih fokus ketika Anda menggambarkan masalah tersebut dengan latar belakangnya.

Masalah adalah kesenjangan antara keharusan dengan kenyataan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi di kelas Anda? Apakah ada masalah? Anda akan merasakan ada masalah bila Anda merasakan ada kesenjangan antara keadaan seharusnya dengan keadaan senyatanya. Secara lebih jelas lagi kesenjangan tersebut adalah karena adanya perbedaan antara teori dengan praktik.

Kita akan mengatakan ada kesenjangan bisa karena kita merasakan sesuatu yang tidak kita harapkan, dan bisa juga melebihi dari apa yang kita harapkan. Secara sederhana biasanya kita mengatakan ada keanehan. Keanehan bisa karena suatu fenomena membuat kita tidak nyaman dan gusar, atau bisa juga karena sesuatu yang membuat kita sangat senang.

Misalnya, ada fenomena bahwa mahasiswa calon guru “tidak memahami isi buku penelitian tindakan kelas (PTK)”, padahal mahasiswa tersebut “sudah berulang-ulang membacanya”. Ini akan dianggap sebagai masalah. Anda akan aneh, heran, atau anda bertanya-tanya. Kenapa? Alasannya adalah “seharusnya mahasiswa tersebut sudah memahami isi buku (PTK), karena sudah berulang-ulang membacanya.” Artinya, secara teori, seharusnya mahasiswa calon guru sudah bisa memahami isi buku PTK karena sudah berulang-ulang membacanya, namun kenyataannya mahasiswa tersebut belum dapat memahaminya.

Ah…, tidak usah dibesar-besarkan, ‘gitu aja kok dipermasalahkan’ “aya-aya bae.” Kalau sudah tidak faham ‘biarin aja’ Pak, ‘emang Bapak pikirin’? Ya kan Pak, tidak perlu dibesar-besarkan? ‘Kan memahami PTK tidak begitu penting-penting amat’? tanya seorang office boy (OB) di kantor saya. Ya, begitu bagi pekerjaan OB tidak perlu memahami PTK.

Saya jawab lagi, bagi guru, PTK menjadi amat penting sebagai alat untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Jadi bagi mahasiswa calon guru juga sangat penting, supaya kelak ketika ia menjadi guru akan menjadi guru profesional. Seandainya guru-guru secara profesional selalu dapat menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang ditemukannya di kelas di antaranya melalui PTK, berarti pembelajaran akan semakin bermutu, dan akhirnya mutu hasil pendidikan nasional meningkat, bangsa Indonesia menjadi berakhlak dan cerdas-cerdas; bangsa Indonesia menjadi lebih maju. Jadi, saya katakan kepada OB, memahami bahkan melaksanakan PTK bagi guru dan calon guru adalah sangat penting ‘nggak’ bisa dibiarkan begitu saja. Jadi suatu fenomena dianggap masalah, juga adalah jika sesuai dengan konteksnya. Misalnya PTK sesuai dengan konteks keperluan profesonal guru atau calon guru.

Kita patut melihat urgensi masalah itu dari konteksnya. Misalnya kalau anda seorang petani, yang sehari-hari mengolah kebun, sawah, atau ladang, dan tidak pernah berurusan dengan bidang keguruan dan pendidikan, maka memahami isi buku penelitian tindakan kelas, membaca buku-buku penelitian tindakan kelas bukan sesuatu yang sangat amat penting. Pada konteks anda sebagai mahasiswa calon guru, misalnya, maka memahami buku penelitian tindakan kelas, dan membaca buku-buku penelitian tindakan kelas untuk dapat memahami isinya manjadi sangat dan amat penting.

Uraian di atas adalah uraian tentang “masalah dalam penelitian” dan “gambaran tentang latar belakang masalah.” Masalahnya adalah “Mahasiswa Calon Guru (MCG) tidak Memahami Penelitian Tindakan Kelas (PTK).” Latar belakang masalahnya adalah 1) MCG tersebut sudah membaca buku PTK secara berulang-ulang, dan 2) Kemampuan melakukan PTK adalah sangat penting bagi guru, karenanya tidak bisa disepelekan begitu saja. Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa, untuk memfokuskan masalah penelitian, kita dapat menggambarkannya dari latar belakang masalah itu, yaitu konteks penyebab suatu fenomena dianggap masalah:
1) dari segi hubungannya dengan fenomena sebelumnya, dan
2) dilihat dari segi urgensi (kepentingan yang dianggap mendesak) fenomena tersebut terhadap akibat-akibat yang akan ditimbulkannya. Secara sederhana kita rumuskan saja menjadi “temukan fenomena masalahnya, dan kemudian gambarkan latar belakangnya melalui konteksnya.”

Fenomena berikut ini juga akan aneh. Mahasiswa calon guru sangat memahami PTK, dan buku-buku PTK, padahal ia sama sekali tidak pernah membaca buk PTK. Ya, janggal, tetapi kejanggalan yang membuat kita menjadi merasa lega. Namun demikian kita masih merasa aneh, dan heran, sehingga kita anggap saja sebagai keunikan. Jadi masalahnya adalah dari keunikannya.

Janggal berarti tidak wajar, sehingga kita menganggap kejanggalan tersebut sebagai masalah. Sebaliknya sesuatu yang kita anggap tidak janggal berarti wajar-wajar saja, sehingga kita mengaggap tidak ada masalah. Misalnya, Anda tidak memahami isi buku PTK dianggap wajar, karena anda tidak pernah memabacanya. Menurut teori, hukum orang yang membaca buku PTK secara berulang-ulang adalah akan dapat memahami isi buku tersebut; hukum orang yang tidak membaca buku penelitian tindakan kelas adalah tidak akan dapat memahami isi buku tersebut. Memahami isi buku PTK karena sudah membacanya tidak unik, tetapi memahami isi buku PTK padahal belum pernah membacanya adalah unik. “Suatu fenomena bisa dianggap masalah dan bisa juga tidak dianggap masalah, tergantung konteksnya”.

b. Identifikasi Masalah

Bila Anda sudah menyadari akan adanya masalah, serta telah tergambarkan oleh latar belakangnya, maka berikutnya adalah mengidentifikasi masalah.

Aneh, ya! mengapa begitu? Demikian biasanya ungkapan kita sehari-hari ketika semakin penasaran dengan suatu masalah. Pertanyaan tersebut sebenarnya membutuhkan jawaban tentang berbagai kemungkinan penyebab adanya masalah.

Demikian juga dalam penelitian ilmiah, termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam mengidentifikasi masalah, Anda akan menguraikan berbagai kemungkinan penyebab masalah. Kita dapat ‘menduga-duga’ berbagai kemungkinan penyebab tersebut berdasarkan teori-teori yang sesuai dengan masalah tersebut. Misalnya, dalam contoh masalah “tidak memahami isi buku PTK” yang dilatarbelakangi oleh upaya membacanya sampai berkali-kali dan ‘keukeuh’ ingin dapat memahaminya, karena untuk keperluan pengembangan profesi guru. Anda dapat mengemukakan beberapa penyebab menurut teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli bahasa, dan ahli media, dan ahli psikologi belajar:
1) Bahasa yang digunakan terlalu rumit, dan berbelit-belit (Fulan, 2008: 30).
2) Penyajian buku tidak menarik, karena tidak ada ilustrasi gambar atau bagan (Domir, 2007: 43).
3) Pembaca tidak menggunakan teknik membaca yang efektif, dan
4) Pembaca tidak konsentrasi saat membaca buku (Dohir, 2009: 35).

c. Pembatasan Masalah

Katakanlah Anda sudah mengidentifikasi ada empat faktor yang menyebabkan seseorang tidak dapat memahami isi buku yang dibacanya, berdasarkan teori-teori yang sudah Anda baca dari pendapat Prof. Fulan, Prof. Domir, dan Prof. Dohir. Tentu, selanjutnya Anda akan mempertimbangkan teori-teori tersebut, mana yang paling tepat dengan konteks yang Anda teliti.

Misalnya, Anda mencoba melakukan studi pendahuluan. Anda menanyakan kepada mahasiswa yang bernama Sigit tentang kesulitan memahami isi buku yang dialaminya. Ternyata Sigit sudah membacanya sampai empat kali dengan penuh konsentrasi dan bahkan menggunakan teknik yang paling canggih. Anda juga menanyakan kepada Abdul Rahman, Abdul Rauf, Eulis, Elis, Imas, Eni, Ulfa, dan Diah. Rata-rata mereka kesulitan karena aspek bahasa yang terlalu rumit dan berbelit-belit, serta jenuh karena tidak ada ilustrasi gambar atau bagan.

Berdasarkan data-data awal lapangan tersebut, maka anda membatasi masalah yang akan menjadi tindakan perbaikan adalah berkaitan dengan penyajian bahasa yang rumit dan berbelit-belit, dan ketiadaan ilustrasi gambar dan bagan dalam buku PTK.

Jangan terburu bernafsu!
Setelah anda menemukan kemungkinan (alternatif) pemecahan masalah berdasarkan teori Fulan dan Domir, serta didukung pula oleh beberapa fakta pengakuan dari beberapa mahasiswa, maka Anda juga mesti meyakinkan berdasarkan teori. Anda perlu menjelaskan lagi berdasarkan teori. Mungkin masih dari pendapat Fulan dan Domir, bahkan sebaiknya didukung oleh teori lain, seningga anda tidak terkecoh oleh pengakuan mahasiswa yang telah anda temui pada studi pendahuluan.

d. Perumusan Masalah

Anda dapat merumuskan masalah PTK berdasarkan batasan faktor penyebab masalah yang sudah anda batasi. Rumusan masalahnya mudah saja. Nyatakan dalam kalimat tanya. Misalnya, “Apakah penggunaan bahasa yang sederhana dan ilustrasi gambar dan tabel dalam buku PTK akan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang isi buku PTK?” Itulah rumusan pertanyaannya pokoknya. Rumusan masalah yang pokok cukup satu saja.

Dalam rumusan masalah ini anda terkandung keinginan untuk membuktikan apakah teori yang Anda gunakan dapat menyelesaikan masalah Anda.

Dari rumusan masalah tersebut anda juga dapat merumuskan judul PTK anda. Misalnya:

1)“Peningkatan pemahaman mahasiswa tentang isi buku PTK melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan ilustrasi gambar dan bagan dalam buku PTK”
2)“Pemanfaatan buku PTK dengan bahasa yang sederhana, dan ilustrasi gambar dan bagan dalam peningkatan pemahaman mahasiswa tentang isi buku PTK”

Contoh rumusan dua judul tersebut, fokusnya adalah sama saja.







Tugas Latihan:


Dengan asumsi bahwa Anda adalah guru:

1. Kemukakanlah masalah atau kendala yang Anda hadapi ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran (bisa berkaitan dengan penggunaan media, strategi, model, lingkungan belajar, atau sistem penilaian)!
…………………………………………………………………………………………………...………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………………………………………
………………………...…………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………………………………………………………………………..

2. Gambarkan konteks yang melatar belakangi masalah yang anda tentukan!
…………………………………………………………………………………………………...………………………………………………………………………………………………………...…………………………………………………………

Berikan alasan mengapa masalah tersebut penting untuk segera dicarikan pemecahannya!
…………………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………………………………………………………………………..

1. Jelaskan beberapa penyebab timbulnya masalah yang anda tentukan (gunakan teori/pendapat) !
…………………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..

2. Pilihlah salah satu masalah yang menunrut Anda mendesak (kemukakan fakta-faktanya) !
…………………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..

3. Kemukakan alternatif tindakan yang perlu dilakukan untuk pemecahan masalah yang Anda hadapi (jelaskan
berdasarkan teori tertentu.
…………………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..

4. Kemukakan rumusan masalah yang akan Anda teliti!
……………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..

5. Rumuskan Judul PTK yang anda usulkan
…………………………………………...…………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….…..

0 comments: