Istilah menjadi penting untuk kerja intelektual kalangan ilmuwan. Kelatahan penggunaan istilah menunjukkan kebodohan ilmuwan. Bagaimana kalau bukan ilmuwan yang latah itu? Ya wajar saja, karena memang mereka bukan ilmuwan.
Saya teringat ketika para Anggota Dewan Perwakilan (DPR) terhormat sangat latah dengan istilah "BULOG Gate" untuk menunjukkan kasus korupsi yang terjadi di Badan Logistik di negeri ini. Hampir setiap lapisan masyarakat yang memperhatikan masalah tersebut, mulai dari wartawan, pengamat politik, politisi, bahkan kalangan DPR selalu menyebut kasus tersebut dengan BULOG Gate. Darimana istilah itu muncul? nampaknya sedikit sekali orang yang peduli terhadap asal-usul "Gate" diterapkan menjadi istilah yang menunjukkan suatu kasus.
Ilmuan berbicara, mengkomunikasikan pikiran, dan mengemukakan argumentasi, dan membuat kesimpulan berdasarkan istilah yang telah disepakati pada disiplin ilmunya. Sayang sekali ketika seorang ilmuwan ceroboh menggunakan istilah. Kecerobohan tersebut apalagi ketika didasarkan oleh ketidak tahuannya.
Kita bayangkan sekiranya seorang ilmuwan memperbincangkan istilah "ember", bahkan secara jauh mengomentari tentang kekurangan dan kelebihan manfaat ember. Sedemikian jauh berbicara tentang itu. Ternyata ujung-ujungnya yang dimaksudkan dalam pembicaraan wujud konkritnya adalah "drum" yang biasa digunakan untuk menyimpan aspal, minyak tanah, atau solar. Sia-sia, kan, bahkan tidak nyambung.
Saya memperhatikan juga apa yang terjadi di tanah air tercinta ini dalam bidang pendidikan. Tidak sedikit orang berbicara tentang pendidikan, bisa jadi dia orang pendidikan atau juga bukan orang pendidikan. Menggunakan istilah-istilah untuk metode pembelajaran, strategi pembelajaran, atau istilah-istilah khusus yang berkaitan dengan teknik dalam wilayah pendidikan.
Istilah-istilah itu menjadi semakin kacau, ketika ternyata istilah-istilah yang salah digunakan untuk suatu kebijakan pendidikan. Misalnya, dalam perumusan judul-judul modul untuk pelatihan pada suatu diklat, atau untuk materi-materi pelatihan, seminar, workshop, atau apalah namanyaa?
Bagi orang-orang yang punya perhatian di bidang pendidikan hanya melongo ketika menyaksikan semua-semua itu terus menerus semakin dikacaukan. Kapan kita bisa maju, dalam pengembangan teori atau praktik yang berdasarkan teori?
Sudah saatnya kita menggunakan istilah-istilah yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan asal-usul istilah itu, sehingga kita tahu objek apa yang dimaksud oleh sutau konsep tertentu.
Thursday, March 19, 2009
Kerja Ilmuwan Berdasarkan Istilah
Posted by
Educational Development
at
3:46 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment