PENTINGNYA GURU YANG KOMPETEN DALAM TIK PEMBELAJARAN
Kalangan ekonom berpikir tentang peningkatan produktivitas dari tiga fakor: 1) penguatan modal –capital deepening-- (menggunakan peralatan yang lebih produktif daripada versi sebelumnya), 2) tenaga kerja yang lebih berkualitas, dan 3) inovasi teknologi. Sejalan dengan itu, dunia pendidikan yang diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi juga menggunakan tiga pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan melek teknologi (technology literacy approach), yaitu dengan memasukan keterampilan teknologi ke dalam kurikulum.
2. Pendekatan penguatan pengetahuan (knowledge deepening approacah), dalam rangka meningkatkan kemampuan tenaga kerja dalam memanfaatkan pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah nyata dan kompleks, sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap output ekonomi.
3. Pendekatan penciptaan pengetahuan (knowledge creation approach), yaitu pendekatan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk berinovasi dan menghasilkan pengetahuan baru.
(http://portal.unesco.org/ci/en/ev.php-URL_ID=22997&URL_DO=DO_TOPIC&URL_SECTION=201.html)
Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut kalangan ahli pendidikan menganggap bahwa guru juga, di antaranya dituntut untuk kompeten dalam TIK yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kompetensi TIK umum yang perlu dikuasai guru, mencakup:
1. Mampu menentukan mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana alat-alat TIK dapat dimanfaatkan untuk mendorong siswa belajar, yaitu:
1.1. Memilih alat-alat TIK dan strategi pembelajaran yang tersedia untuk mata pelajaran tertentu
1.2. Memahami alasan memilih alat-alat TIK dan Strategi tertentu
1.3. Mendorong TIK yang dihasilkan oleh siswa
1.4. Merencanakan urutan pembelajaran, dan menentukan kapan dan bagaimana TIK dapat secara efektif digunakan.
2. Mampu mengelola lingkungan belajar berbasis kelas dengan mengggunakan kerja kelompok untuk mencpai tujuan pembelajaran, yaitu:
2.1. Menguraikan kesulitan-kesulitan dalam menggunakan TIK untuk mencapai tujuan belajar yang direncanakan;
2.2. Memahami perbedaan siswa berdasarkan kompetensi menggunakan TIK
2.3. Menggunakan strategi untuk mengelola berbagai perbedaan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran;
3. Mampu menentukan kondisi yang tepat untuk menggunakan presentasi multimedia untuk satu kelas atau kelompok, yaitu:
3.1. Memvariasikan jenis materi presentasi atau pelajaran berdasarkan tujuan umum dan metode pembelajaran;
3.2. Menganalisis ketepatan presentasi, struktur, kesesuaian dengan tujuan, dan ketepatan bagi siswa.
4. Mampu menganalisis software multimedia pendidikan untuk materi pelajaran tertentu, yaitu:
4.1. Mengevaluasi bahan ajar dalam CD-ROMs, web sites, video dan audio.
4.2. Menilai aktivitas siswa dan manfaatnya bagi pencapaian tujuan pembelajaran.
4.3. Menganalisis manfaat khusus dari alat-alat TIK bagi setiap siswa dalam belajar.
5. Mampu membimbing siswa untuk menemukan, membandingkan, dan menganalisis informasi dari internet, dan dari sumber-sumber tertentu yang berkaitan dengan mata pelajaran, yaitu:
5.1. Membimbing siswa untuk melakukan pencarian informasi sederhana
5.2. Membimbing siswa untuk mengolah, mengkritik, mensintesis dan menyajikan informasi dengan menggunakan alat-alat TIK.
6. Mampu memilih dan menggunakan alat-alat yang tepat untuk berkomunikasi dengan rekan sejawat atau dengan siswa, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh guru. Kemampuan tersebut meliputi:
6.1. Menilai alat-alat komunikasi untuk digunakan dalam situasi pembelajaran kolaboratif.
7. Mampu menggunakan TIK dengan lebih efisien, memilih pelatihan dan berpartisipasi dalam usaha-usaha pengembangan kemampuan profesional, yaitu:
7.1. Berpartisipasi dan aktif dalam kelompok yang bekerja dengan menggunakan TIK;
7.2. Menggunakan alat-alat TIK (forum, konferensi, bulletin boards, email) untuk berkolaborasi dalam peningkatan pembelajaran dan dalam mengelola proses belajar.

12 comments:
Makin sulit aja jadi guru teh! Saya memang bukan guru
Sudah seharusnya dan selayaknya guru-guru memiliki kompetensi dalam membelajarkan TIK, karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK.
dari komarudin
PAI Transfer S1
Semester 2
memang, pada zaman yang serba modern ini kita semua dituntut untuk lebih melek lagi terhadap teknologi. namun, kita sebagai guru harus lebih giat dalam membimbing siswa agar siswa pun lebih mengerti persoalan teknologi, baik dalam mengintegrasikan dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang lain di kehidupannya sehari-hari. KEEP FIGHTING!!
Mengenai permasalahan pentingnya guru yang kompeten dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, saya merasa sangat setuju. Karena menurut saya tanpa guru yang benar-benar kompeten, maka penggunaan TIK (multimedia) dalam pembelajaran belum tentu mebuahkan hasil yang lebih baik. Sementara itu, tulisan yang disajikan cukup memberikan gambaran pada setiap guru mengenai apa yang harus dikuasai manakala dia akan menggunakan TIK (multimedia) dalam proses pembelajaran. Hanya saja tulisan yang ada bagi sanya sangan umum dan kurang begitu jelas terinsi, sehingga dituntut pemahaman yang ekstra.
Menurut pendapat saya sendiri mengenai “pentingnya guru yang kompeten dalam memanfaatkan TIK” itu sangat setuju, karena bagaimana siswa akan maju apabila gurunya gaptek atau awam terhadap teknologi. Apalagi pada zaman sekarang dimana dunia pendidikan sudah mengalami kemajuan mengikuti kecanggihan teknologi yang membuat praktis proses pembelajaran. Sehingga penting sekali bagi guru untuk kompeten dalam memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pencapaian pendidikan dengan praktis dan mudah serta canggih.
menurut pendapat saya perlu adanya program pencari data buku di komputer yang ada di perpustakaan sekolah agar pencarian data buku di perpustakaan bisa dilakukan dengan cepat
oleh karena itu untuk mendukung hal tersebut, seorang guru harus mengerti dan mampu mengoperasikan komputer
Menjadi Guru Profesional tidaklah mudah, sebab disamping keilmuan yang mencukupi, teknik aplikasinya pun harus seimbang dengan keilmuan dan daya tampung anak didik.
selain dari itu guru harus memanfaatkan kompetensi yang tepat tapi tetap saja dalam kepalanya berfikir tentang "BAGAIMANA BAYAR UTANG YANG NUMPUK?"
Sejalan dengan kemajuan zaman dan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman, diantaranya dengan memanfaatkan TIK sebagai media yang dapat mempermudah Kegiatan Belajar Mengajar. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator pembelajaran, harus memiliki kompetensi-kompetensi yang telah dirumuskan oleh UNESCO. Akan tetapi, untuk dapat memiliki kompetensi-kompetensi tersebut, guru harus dilatih terlebih dahulu melalui pendidikan dan pelatihan TIK. Selain itu, guru pun harus diberikan kesejahteraan khusus sesuai dengan penguasaan kompetensi-kompetensi yang cukup berat tersebut di atas.
AM. SOMANTRIE
Akankah pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dalam konteks kondisi Indonesia saat ini dapat berjalan dengan baik? Maka Pemerintah diharapkan dapat mengakomodasi masalah penting ini dengan mengeluarkan suatu kebijakan pemanfaatan TIK untuk pendidikan yang disertai dengan dukungan infratsruktur teknologi informasi yang memadai. Jika tidak, maka pendidikan Indonesia berjalan di tempat, sementara negara tetangga melesat jauh kedepan melalui visi e-education-nya yang jauh lebih terarah.
guru yang kompeten di bidangnya sangat di perlukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia salah satunya yaitu Teknilogi Informasi.
pemamfaatan TIK dalam pembelajaran memang sangat diperlukan baik masa lalu, masa kini ataupun masa yang akan datang karena sistem pendidikan di negara Indonesia sudah menuju kearah yang lebih baik, namun sayangnya masih ada beberapa sekolah yang belum mempunyai teknologi yang seharusnya sudah dimiliki oleh setiap sekolah. karena mengingat begitu pentingnya teknologi komunikasi dalam pembelajaran.
Di era modern seperti sekarang ini, saya fikiiir ada baiknya kalau saja kurikulum TIK ini diberlakukan secepatnya. Teknologi merupakan topik yang hangat dan sangat menarik untuk diperbincangkan dan dipelajari, dimana semua dituntut untuk tidak gaptek (gagap teknologi), harus tahu dengan sendirinya masalah teknologi, utama komunikasi global (internet) sebagai alat atau media yang dijadikan fasilitas teknologi itu sendiri. Intinya saya sangat setuju dan mendukung sepenuhnya kalau kukrikulum TIK diberlakukan di sekolah-sekolah. Karena jelas tuntutan generasi kedepan adalah jaman yang dipenuhi tuntutan teknologi dan komunikasi....
Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.
AI KURNIASIH
(Kualifikasi S1 Angkatan Pertama, Kelas A "PAI")
Post a Comment